Tahap Perkembangan Kognitif Pada Anak
Perkembangan kemampuan kognitif anak akan menghasilkan kemajuan besar dalam enam tahun pertama. Pada masa ini, Ibu akan melihat si Kecil mulai memahami koneksi atau hubungan antara objek dan orang disekitarnya. Saat ia terus membuat kemajuan besar secara fisik dan mental, kemampuannya juga seharusnya tumbuh dan berkembang.
Libatkan diri sebagai orang tua dalam pengembangan keterampilan kognitif awal si Kecil. Hal ini akan medukung perkembangan awal si Kecil selangkah lebih maju. Pendekatan yang disarankan adalah melibatkan si Kecil dalam memahami dirinya sendiri. Hal ini kelak akan menentukan keberhasilannya di masa mendatang.
Beberapa perubahan pada si kecil tidak begitu mudah dikenali, terutama perubahan kognitif anak. Otak anak berkembang karena mereka memiliki pengalaman baru, dan biasanya bisa dilihat dari hal apa saja yang kini dapat dilakukan si Kecil.
Perkembangan Kognitif Anak Usia 1 Tahun
Saat Ibu melihat si Kecil bermain, Ibu akan melihatnya berkonsentrasi pada semua hal yang Ia lakukan. Setiap mainan, permainan dan aktivitas merupakan pengalaman baginya. Pada usia ini, si Kecil dapat mulai menarik kesimpulan dan membuat asosiasi untuk menemukan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi. Perilaku meniru biasanya mendominasi proses belajar pada usia ini. Ia tidak lagi memegang barang-barang di sekitarnya secara acak, seperti yang dilakukannya di tahun pertama, kini Ia akan mulai menggunakannya dalam konteks yang tepat. Misalnya menggunakan sisir untuk rambutnya, mengoceh lewat telepon dan memutar kemudi mobil mainan.
Kegiatan yang dapat membantu perkembangan keterampilan kognitif si Kecil yang berumur 1 tahun:
- Tepuk ketukan pada drum mainan atau permukaan sambil menghitung setiap ketukan. Si Kecil seharusnya mulai meniru ritmenya seiring dengan waktu.
- Bicara tentang segala sesuatu di sekitar Ibu sambil menunjuk dan memberi nama benda atau bagian tubuhnya yang berbeda. Pegang jari dan bantu Ia menunjuk hidungnya seperti yang Ibu katakan "Ini hidung adik"
- Mainkan teka-teki yang sesuai usia, permainan mencocokkan, permainan mengurutkan, dan menyusun balok dapat melibatkan anak balita dan anak-anak prasekolah dalam aktivitas yang mengharuskan mereka memikirkan suatu masalah dan menemukan solusinya.
- Ajari si Kecil untuk bertepuk tangan sambil mengikuti ritme sebuah lagu saat diminta untuk melakukannya. Misalnya, nyanyikanlah “Jika Kau Suka Hati, Tepuk Tangan.”
Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 Tahun
Pada usia ini, si Kecil mampu mengenali bayangannya sendiri di cermin, mengatakan nama sendiri atau nama panggilan lain yang sering disebut. Ia akan mulai menyortir objek dan membedakannya menjadi beberapa kelompok, misalnya mobil dan hewan. Si Kecil dapat mengomunikasikan apa yang mereka lakukan dengan menggunakan kata-kata dasar dan suka meniru tindakan orang dewasa. Ibu akan melihat adanya perubahan dalam pola berpikir si Kecil saat Ia mulai memahami kondisi sebab dan akibat (kombinasi tindakan-reaksi).
Kegiatan yang dapat membantu perkembangan keterampilan Kognitif si Kecil yang berumur 2 tahun:
- Nyanyikan lagu anak-anak yang familiar yang mencakup nama benda atau hewan yang berbeda, seperti “Old MacDonald had a Farm”. Si Kecil dapat membantu Ibu memberi nama hewan yang akan membantu memperbaiki ingatan dan rentang perhatian jangka pendeknya.
- Lakukan permainan "Apa yang ada dalam kotak?" Dengan menunjukkan benda yang berbeda sebelum menempatkannya dalam kotak. Kemudian mintalah Ia untuk mengingat dan memberi tahu barang apa saja yang ada di dalamnya.
- Berlatih menyanyikan lagu alfabet. Bantu si Kecil mengingat abjad dan tunjukkan juga melalui buku bergambar.
- Beri pertanyaan pada si kecil yang akan melatihnya mencari jawaban dan solusi sendiri.
- Minta si Kecil untuk mencocokkan wadah berbagai ukuran dengan tutupnya yang sesuai
Perkembangan Kognitif Anak Usia 3 Tahun
Si Kecil yang berumur 3 tahun mulai memahami konsep waktu dan mampu membedakan antara "sekarang", "segera" dan "nanti". Ia mulai mengurutkan objek berdasarkan satu ciri seperti bentuk, ukuran atau warna. Perlahan Si Kecil akan lebih memahami konsep ukuran, misalnya objek mana yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Ia bisa menunjukkan dengan jari-jari saat ditanya mengenai umurnya. Kini Ia sudah memiliki konsentrasi yang lebih baik, meski terkadang masih dapat mudah terganggu. Pertanyaan "Mengapa" & "Bagaimana" akan menjadi bagian dari diskusi harian Ibu karena Ia menjadi lebih ingin tahu dengan dunia di sekitarnya.
Kegiatan yang dapat membantu perkembangan keterampilan kognitif si Kecil yang berumur 3 tahun:
- Bantu si Kecil memiliki pemahaman terkait kata dan benda. Sebagai contoh, tunjukkan kepadanya kata "kucing" dan kemudian bantu dia mengenali objek kucing sebenarnya dalam kehidupan nyata.
- Kegiatan memilah benda akan mengembangkan kemampuannya untuk menyortir, menyusun dan mengklasifikasikan objek sesuai warna, bentuk dan ukuran.
- Lakukan permainan memori bersama si Kecil, misalnya mencocokkan kata-kata dengan gambar yang tepat
- Berikan si Kecil puzzle, seperti menyortir bentuk, atau yang akan melatihnya belajar tentang berbagai bentuk dan ruang
- Pilih kategori seperti warna atau bentuk. Kemudian bergiliran temukan contoh dari lingkungan sekitar Ibu dan si Kecil. Misalnya, cari semua barang yang berwarna biru atau bulat.
Perkembangan Kognitif Anak Usia 4 Tahun
Pada usia ini, keterampilan memecahkan masalah menjadi lebih efektif. Misalnya mulai dapat melakukan hipotesis, menguji, menganalisis dan mengevaluasi setiap tugas yang ada. Ia akan mulai merencanakan dan berpikir ke depan, juga melakukan sesuatu untuk tujuan tertentu. Keterampilan komunikasinya juga meningkat, karena sekarang Ia dapat mengingat lebih banyak kata yang memampukannya untuk mengkomunikasikan perasaan dan emosi. Ia sekarang bisa megikuti aktivitas dengan peraturan, misalnya permainan kartu dan permainan sederhana lain yang memerlukan giliran, kesabaran dan kerja sama.
Kegiatan yang dapat membantu perkembangan keterampilan kognitif si Kecil yang berusia 4 tahun:
- Bermainlah petak umpet dengan si Kecil, hal ini memberinya kesempatan untuk mengeksplorasi sambil mencari lokasi yang mungkin merupakan tempat Ibu bersembunyi di dalam rumah
- Mintalah si Kecil untuk membantu Ibu memilah pakaian yang berbeda berdasarkan pemiliknya. Misalnya, campurkan pakaian dari setiap anggota keluarga dan minta Ia menebak siapa pemilik dari masing-masing pakaian tersebut.
- Mulailah permainan di mana si kecil harus mengikuti berbagai instruksi yang Ibu berikan kepadanya. Misalnya, "duduk", "letakkan satu tangan di kepala" Atau "berdiri dengan satu kaki"
- Permainan "Ya atau Tidak": ajukan pertanyaan kepada si Kecil yang jawabannya bisa benar atau salah, kemudian minta Ia untuk menjawab dengan “ya atau tidak”. Misalnya "Langit berwarna merah.“
Perkembangan Kognitif Anak Usia 5 Tahun
Masa pra-sekolah adalah dimana Ia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, terutama pada kemampuan berpikirnya. Si Kecil yang penasaran dan ingin tahu lebih mampu melakukan percakapan. Kosa katanya berkembang seiring dengan proses berpikirnya. Si Kecil tidak hanya bisa menjawab pertanyaan sederhana dengan mudah dan logis, tapi Ia juga bisa mengekspresikan perasaan dengan lebih baik. Sebagian besar anak di usia ini menikmati bernyanyi, berirama, dan menyusun kata-kata. Biasanya si Kecil juga bisa menghitung 10 atau lebih objek, mengenali setidaknya 4 warna dan 3 bentuk, mengenali huruf dan akan mencoba menuliskan namanya sendiri jika diajarkan. Kegiatan yang dapat membantu perkembangan keterampilan kognitif si Kecil berumur 5 tahun:
- Mulailah permainan "tebak-tebakan", misalnya memberikan huruf pertama dari sebuah benda di sekitar. Si Kecil kemudian harus berpikir dan menebak berbagai pilihannya.
- Mintalah si Kecil untuk memejamkan mata dan merasakan benda dengan berbagai bentuk dan tekstur untuk mengenali benda apa itu.
- Mainkan permainan "Yang mana yang tidak termasuk?". Ibu bisa menamai barang-barang seperti buku, majalah, komputer dan kartu ulang tahun dan mengajaknya untuk mengidentifikasi mana yang paling menarik perhatian dan mengapa.
- Tawarkan si Kecil puzzle yang menantang yang mengharuskannya untuk berpikir secara mandiri untuk
Perkembangan Kognitif Anak Usia 6 Tahun
Si Kecil berusia enam tahun akan senang menjalani peran dan tanggung jawab baru. Mereka dapat memberi perhatian yang lebih lama namun tetap lebih memilih aktivitas yang terstruktur dan pasti daripada aktivitas yang memiliki hasil akhir berbeda-beda. Pada usia ini, si Kecil masih memerlukan banyak arahan dari Ibu dan sering mengajukan pertanyaan untuk memastikan bahwa Ia menyelesaikan tugas dengan cara yang benar. Berkembangnya kemampuan perencanaan dan penyelesaian masalah akan membuat Ia bersemangat untuk pergi ke sekolah, belajar membaca, serta mengeksplorasi konsep baru. Kegiatan yang dapat membantu perkembangan keterampilan kognitif si Kecil yang berumur 6 tahun:
- Beri si Kecil kesempatan untuk membuat pilihan sederhana, seperti apa yang harus dipakai atau apa yang harus dimakan untuk camilan.
- Dorong si Kecil untuk menjawab pertanyaan dengan pola sederhana yang terkait seperti "apa kata selanjutnya: matahari, bulan, matahari, matahari, bulan,?“
- Beri nama beberapa benda dari satu kategori dan minta si Kecil untuk mengidentifikasi kategori dengan benar. Misalnya: kaus kaki, kemeja, baju dan celana masuk dalam kategori pakaian.
- Mulai permainan baru yang mendorong pengembangan keterampilan memori dan pemecahan masalah (Nutriclub, 2019)
Pengertian Perkembangan Kognitif
Menurut Piaget, perkembangan kognitif mempunyai empat aspek, yaitu
- Kematangan
Kematangan merupakan poin pertama yang dianggap poin yang paling bisa dimasukan kedalam perkembangan kognitif. Selain bisa merubah kepribadian seseorang, aspek ini membuka adanya kemungkinan untuk perkembangan sedangkan jika hal ini kurang tentu akan membatasi secara luas prestasi jika dilihat dari sisi kognitif. Perkembangan berlangsung dengan kecepatan yang berlainan tergantung pada sifat kontak dengan lingkungan dan kegiatan belajar sendiri. Maka kematangan menjadi pilihan pertama.
Baca:
- Pengalaman
Mungkin anak-anak meruakan hudangnya penasaran, dimana mereka memiliki waktu yang banyak untuk mengembangkan pengetahuan dan mencari tahu pengalaman yang ada. Interaksi antara individu dan dunia luar merupakan sumber pengetahuan baru sehingga mencoba mencari pengalaman dan berempati pada orang lain, tetapi kontak dengan dunia fisik tentu tidak cukup untuk mengembangkan pengetahuan. Selain itu, kecuali jika intelegensi individu dapat memanfaatkan pengalaman tersebut.
Baca:
- Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hal penting, dimana bagian lingkungan sosialnya sudah termasuk kedalam peran bahasa serta pendidikan, pengalaman fisik juga bisa memacu ataupun menghambat perkembangan struktur kognitif anak tersebut. (Baca: Penyebab Kenakalan Anak)
- Ekuilibrasi
Ekuilibrasi adalah proses pengaturan diri dan pengoreksi diri. Mengatur interaksi spesifik dari imasing-masing manusia dengan lingkungan maupun pengalaman fisik, pengalaman sosial dan perkembangan jasmani yang menyebabkan perkembangan kognitif berjalan secara sinkron dan juga tersusun dengan baik. (Baca: Terapi Perilaku Kognitif)
Menurut Piaget, anak-anak secara aktif membangun dunia kognitif mereka dengan menggunakan skema untuk menjelaskan hal-hal yang mereka alami seperti layaknya bercerita atau menjelaskan apa yang mereka alami. (Baca: Gangguan Mental Pada Anak)
Skema adalah struktur kognitif yang digunakan oleh manusia untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan ini secara intelektual. Piaget (1952) mengatakan bahwa ada dua proses yang bertanggung jawab atas seseorang menggunakan dan mengadaptasi skema mereka:
- Asimilasi yaitu proses adanya penambahan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini sifatnya subjektif, karena seseorang cenderung memodifikasi pengalaman ataupun informasi yang sudah diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada. (baca juga: Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional)
- Akomodasi yaitu bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema karena hadirnya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Pada proses ini bisa terjadi pemunculan skema yang baru dan berubah sama sekali. (baca juga: Pengertian Bakat Menurut Para Ahli)
Karakteristik Kognitif Anak
Berikut adalah beberapa karakteristik terkait dengan kognitif anak, diantaranya adalah:
1. Karakteristik perkembangan kognitif anak usia 0 – 2 tahun
- Dapat melihat cahaya dan mengikuti arah cahaya.
- Sudah bisa menghitung maksimal 2-4 buah benda yang ia lihat.
- Mengikuti isyarat dan bicara orang dewasa, karena di usia ini pemikiran mereka sama dengan mengikuti atau mengkopi. (baca juga: Macam-macam Gaya Belajar)
- Mengetahui dan dapat menjelaskan objek yang diletakan tak jauh dari sekitar mereka yakni 8-10 inci di depan matanya atau disekitarnya. (baca juga: Cara Menghilangkan Trauma Pada Anak)
- Menirukan isyarat-isyarat yang baru yang baru didengar atau dikenal oleh mereka.
- Menamai atau menunjukkan pada gambar yang mewakili benda tertentu dan sering dilihatnya atau terbiasa dilihatnya. (baca juga: Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak)
- Memahami kata minimal 2 kata depan atau bahasa sederhana yang tidak terlalu rumit.
- Memperlihatkan ketertarikan dan ingin tahu pada sekitarnya dengan dengan membongkar sesuatu.
- Mengingat benda yang ada dan bisa mengembalikanya ke tempat semula. (baca juga: Pola Asuh Anak Usia Dini)
2. Karakteristik perkembangan kognitif anak usia 2 – 4 tahun
- Dapat menunjuk dan menyebut gambar sederhana dan juga mudah diingat.
- Anak-anak dengan perkembangan kognitif tertarik mendengar seperti dongeng atau cerita (Baca: Teori Belajar Kognitif)
- Dapat mengenal anggota tubuh.
- Dapat mengenal dan mengelompokan warna. (baca juga: Cara Mengatasi Anak Pemarah)
- Dapat sudah mengerti konsep seperti besar dan kecil, luas dan sempit dan lainnya.
- Dapat mengenal fungsi benda dengan benar. Hal ini artinya dapat mengelompokkan benda berdasarkan bentuk,warna,ukuran dan fungsi secara sederhana. (baca juga: Fakta Kepribadian Anak Bungsu)
- Ikut dalam kegiatan membaca dengan mengisi kata-kata atau kalimat yang kosong.
- Dapat menunjukkan dan menyebutkan anggota tubuhnya.
- Dapat mencocokkan hingga sebelas warna. (baca juga: Teori Psikologi Perkembangan)
3. Karakteristik perkembangan kognitif anak usia 4 – 6 tahun
- Dapat mengetahui fungsi benda dengan benar.
- Dapat mengelompokkan benda sesuai dengan bentuk, warna, ukuran dan fungsi secara sederhana.
- Ikut dalam kegiatan membaca dengan mengisi kata-kata atau kalimat yang belum terisi.
- Dapat menunjukkan dan menyebutkan anggota tubuhnya. (baca juga: Tahap Perkembangan Emosi Anak)
- Dapat mencocokkan hingga sebelas warna.
- Berusaha membaca dengan memperhatikan gambar. (baca juga: Gejala ADHD pada Bayi)
- Sudah bisa membaca kata-kata singkat dan juga ringan seperti 4-6 huruf.
- Dapat membaca cerita sederhana dengan lantang dan juga bersuara.
- Dapat mana hal yang fantasi ataupun realita. (baca juga: Cara Mengenali Potensi Diri)
Tahap-tahap Perkembangan Kognitif
Menurut Piaget ada beberapa tahapan yang akan dilalui dalam Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini, antara lain :
A. Periode Sensorimotor
Periode sensorimotor yang terjadi pada 0 hingga 2 tahun. Dimana usia ini merupakan usia bayi lahir dengan refleks yang berasal dari lahir atau bawaan. Selain itu skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks sejak lahir. Periode ini merupakan periode pertama dengan 6 subtahapan yang menjelaskan antara penggunaan fisik dan pikiran serta gerak yang berasal dari refleks. (baca juga: Kecerdasan Spasial)
B. Periode Praoperasional
Periode selanjutnya yakni praoperasional. Pemikiran (Pra)Operasi menurut teori Piaget yaitu prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek yang ada. Ciri dari tahapan ini adalah tentu operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Selain itu, di dalam tahapan ini anak belajar menggunakan dan menjelaskan objek dengan gambaran maupun kata-kata meskipun masih terbata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain.
Baca:
- Teori Belajar Humanistik
- Teori Belajar Behavioristik
- Cara Meningkatkan Prestasi Belajar
- Teori Belajar dalam Psikologi
C. Periode Operasional Konkrit
Ketiga yakni adanya tahapan operasional konkrit, tahapan ini adalah tahapan ketiga dari empat tahapan. Muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Dalam perhitungan Piaget tahapan ini berada di usia 6 tahun lebih dimana mereka memiliki pemikiran tanggung. Anak-anak sudah bisa dikatakan mengerti namun belum paham 100% apa yang dimaksudkan. (baca juga:
D. Periode Operasional Formal
Terakhir yakni tahap operasional formal dimana dalam tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun atau bisa dikatakan saat pubertas, dan terus berlanjut sampai dewasa. Kognitif saat dewasa sendiri tidak berhenti begitu saja meskipun perkembangannya lambat. (Baca: Psikologi Remaja)
Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Sedangkan tahapan operasional formal ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis dan lainnya. (baca juga: Peran Ayah dalam Keluarga)
Rasanya meskipun mereka terkadang melihat segala hal secara abu, namun anak-anak di tahapan ini sudah menerima informasi dalam bentuk yang jelas dan detail serta bisa dipahami. Tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral dan hal lainnya yang membuat orang tua harus kembali mengawasi secara ekstra. (Baca: Ciri- Ciri Pubertas)
Baca:
Informasi umum mengenai tahapan-tahapan
Jika dilihat dari keempat tahapan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Tahapan memiliki waktu yang jelas namun pada kenyataanya, tahapan tersebut bisa dicapai dalam usia yang berbeda. Tidak semua anak menghadapi batasan usia yang sama karena tergantung dengan faktor lainnya. Tidak ada ada tahapan yang diloncati dan tidak ada urutan yang mundur.
- Tahapan bersifat universal sehingga tidak terkait adat dan budaya. (baca juga: Teori Kebutuhan Maslow)
- Bisa digeneralisasi maksudnya adalah representasi dan logika dari operasi yang ada dalam diri seseorang berlaku juga pada semua konsep dan isi pengetahuan. Sehingga cakupannya cukup luas.
- Tahapan-tahapan tersebut berupa keseluruhan yang terorganisasi secara logis dan bisa ditalar dengan pemikiran orang dewasa. (baca juga: Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik)
- Urutan tahapan bersifat hirarkis (setiap tahapan mencakup elemen-elemen dari tahapan sebelumnya, tapi lebih terdiferensiasi dan terintegrasi) sehingga tidak berantakan dan sembarangan.
- Tahapan merepresentasikan perbedaan secara kualitatif dalam model berpikir, bukan hanya perbedaan kuantitatif. Secara psikologi hal ini berefek juga dengan perkembangan kepribadian seseorang ke masa dewasanya. (Kumunitas PSIKOLOGI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar